{"id":140,"date":"2018-02-06T11:09:05","date_gmt":"2018-02-06T04:09:05","guid":{"rendered":"http:\/\/sawitnotif.pktorganic.com\/?p=140"},"modified":"2023-12-06T13:29:11","modified_gmt":"2023-12-06T06:29:11","slug":"kelapa-sawit-jadi-penyumbang-terbesar-devisa-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/kelapa-sawit-jadi-penyumbang-terbesar-devisa-indonesia\/","title":{"rendered":"Kelapa Sawit Jadi Penyumbang Terbesar Devisa Indonesia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jakarta<\/strong> &#8211; Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada 2017 mengalami surplus 11,84 miliar dolar AS. Sama seperti 2016, penyumbang devisa terbesar masih berasal dari ekspor minyak sawit dan produk turunannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika pada 2016 nilai ekspor minyak sawit dan produk turunannya (tidak termasuk biodiesel dan oleochemical) sebesar 18,22 miliar dolar AS, tahun ini melejit di angka 22,97 miliar dolar AS atau naik sekitar 26 persen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Guru besar Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) Bustanul Arifin mengaku tak terkejut dengan angka yang dirilis BPS tersebut. Menurutnya, volume ekspor minyak sawit berbanding lurus dengan produksi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apalagi harga rata-rata minyak sawit mentah (crude palm oil\/CPO) di 2017 meningkat dibandingkan 2016. Diketahui, harga rata-rata CPO di 2017 tercatat 714,3 dolar AS per metrik ton atau meningkat 2 persen dibandingkan harga rata-rata 2016 di angka 700,4 dolar AS per metrik ton.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya tidak terlalu kaget dengan angka-angka itu, karena sawit itu nilai ekspornya berbanding lurus dengan produksi, apalagi harga rata-ratanya juga meningkat. Dan tren kenaikan ekspor ini di 2018 masih akan terjadi karena cuaca juga mendukung,\u201d kata Bustanul, dalam keterangan tertulis, Senin (5\/2\/2018).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bahkan Bustanul memprediksi hingga 10 tahun mendatang, volume dan nilai ekspor minyak sawit dan produk turunannya masih akan terus meningkat. Namun demikian, dia mengingatkan kepada para pelaku usaha dan pemerintah bahwa isu keberlangsungan masih akan terus menjadi kendala.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIni harus diselesaikan. Pemerintah harus terus melakukan diplomasi dagang. Kalau tidak, potensi devisa yang sangat besar ini bisa saja sirna. Karena ini merupakan salah satu hambatan dagang, tariff barrier,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, pemerintah harus gencar membuka pasar-pasar ekspor baru. Misalnya saja negara-negara di Afrika Tengah, Afrika Selatan, negara pecahan Rusia, negara-negara di timur tengah. \u201cItu semua prospektif,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun demikian, Bustanul juga mengingatkan agar pasar-pasar tujuan ekspor tradisional seperti Eropa Barat, AS, Jepang, India, Pakistan, China jangan ditinggalkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKita harus cerdas dan cerdik dalam mengembangkan pasar baru yang potensial, tapi jangan sampai lengah dengan meninggalkan pasar tradisional. Sebab kalau lengah, peluang itu akan hilang.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berbagai upaya menghambat pertumbuhan industri sawit akan terus dilancarkan karena persaingan dagang minyak nabati yang semakin ketat.<br \/>\n\u201cDalam kondisi ini, pemerintah harus lebih jeli dalam melihat permasalahan dan tidak mengeluarkan regulasi-regulasi yang justru menghambat perkembangan industri sawit yang notabene merupakan mesin penghasil devisa terbesar dalam menyokong perekonomian nasional,\u201d tutur Bustanul.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal senada dikatakan pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics &amp; Finance (Indef) Bhima Yudhistira. Menurutnya, hingga saat ini Indonesia masih terpaku pada pasar tradisional yang mencapai sekitar 70 persen dari total negara tujuan ekspor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKita dari dulu masih tidak terbuka untuk pasar baru. Pakistan, Eropa Timur, Afsel, Afrika Utara ini juga sangat potensial. Oleh karena itu tahun 2018 harus buka pasar alternatif itu,\u201d kata Bhima.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, kata Bhima, pemerintah harus bisa melakukan diplomasi dagang dengan negara tujuan ekspor. Sebab setiap negara selalu menerapkan tarif dan non tarif. Amerika Serikat misalnya, saat ini menerapkan kebijakan perdagangan yang lebih protektif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perlu diketahui saat ini AS telah menerapkan lebih dari 2.000 non tariff barrier, China punya 4.000 non tariff barrier, sementara Indonesia hanya memiliki 299 hambatan non tariff barrier.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cItu yang menyebabkan kita tidak bisa masuk ke pasar mereka. Kita harus memperkuat diplomasi perdagangan baik secara bilateral maupun multilateral sehingga hambatan non tarif tadi bisa berkurang,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Indonesia yang memiliki sawit sebagai komoditas potensial, menurut Bhima, harus tetap dijaga dan diperjuangkan, terutama dalam sengketa dagang di forum WTO. Pemerintah Indonesia dan Malaysia, sebagai dua negara penghasil utama minyak sawit dunia harus bersama-sama melakukan diplomasi. Pemerintah harus lebih aktif lagi di forum WTO agar bisa menang dalam menghadapi sengketa dagang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cApalagi selama kita kekurangan tim banding di WTO sehingga untuk menghadapi sengketa dagang, ini harus diperkuat. Market intelegen kita juga kurang. Padahal ini sangat penting,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terkait sawit, isu hambatan dagang bermunculan di berbagai negara. Seperti AS yang memberlakukan antidumping untuk biodisel Indonesia. Juga adanya Resolusi Parlemen Eropa yang menyebutkan pelarangan biodisel berbasis sawit karena dinilai masih menciptakan banyak masalah dari deforestasi, korupsi, pekerja anak, hingga pelanggaran hak asasi manusia (HAM).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahun lalu, India juga menaikkan pajak impor minyak sawit hingga dua kali lipat dibandingkan 2016. Minyak sawit juga berpotensi menghadapi kendala di Australia menyusul Senat Australia kembali mengajukan RUU Competition and Consumer Amendment (Truth in Labeling \u2013 Palm Oil).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber: Tribunnews.com<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada 2017 mengalami surplus 11,84 miliar dolar AS. Sama seperti 2016, penyumbang devisa terbesar masih berasal dari ekspor minyak sawit dan produk turunannya. Jika pada 2016 nilai ekspor minyak sawit dan produk turunannya (tidak termasuk biodiesel dan oleochemical) sebesar 18,22 miliar dolar AS, tahun ini melejit di angka 22,97 miliar dolar AS atau naik sekitar 26 persen.  <\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":3106,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[47,65,66,6],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kelapa Sawit Jadi Penyumbang Terbesar Devisa Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor minyak sawit meningkat 4,75 miliar dari tahun sebelumnya, atau 22,97 milliar pada tahun 2018\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/kelapa-sawit-jadi-penyumbang-terbesar-devisa-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kelapa Sawit Jadi Penyumbang Terbesar Devisa Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor minyak sawit meningkat 4,75 miliar dari tahun sebelumnya, atau 22,97 milliar pada tahun 2018\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/kelapa-sawit-jadi-penyumbang-terbesar-devisa-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-02-06T04:09:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-12-06T06:29:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/01-10.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"735\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Writer01\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Writer01\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/kelapa-sawit-jadi-penyumbang-terbesar-devisa-indonesia\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/kelapa-sawit-jadi-penyumbang-terbesar-devisa-indonesia\/\"},\"author\":{\"name\":\"Writer01\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/66aa699f86bec3b3790325e1f177e325\"},\"headline\":\"Kelapa Sawit Jadi Penyumbang Terbesar Devisa Indonesia\",\"datePublished\":\"2018-02-06T04:09:05+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-06T06:29:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/kelapa-sawit-jadi-penyumbang-terbesar-devisa-indonesia\/\"},\"wordCount\":677,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/kelapa-sawit-jadi-penyumbang-terbesar-devisa-indonesia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/01-10.jpg\",\"keywords\":[\"Berita Kelapa Sawit\",\"Devisa\",\"Devisa Terbesar Indonesia\",\"Kelapa Sawit\"],\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/kelapa-sawit-jadi-penyumbang-terbesar-devisa-indonesia\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/kelapa-sawit-jadi-penyumbang-terbesar-devisa-indonesia\/\",\"name\":\"Kelapa Sawit Jadi Penyumbang Terbesar Devisa Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/kelapa-sawit-jadi-penyumbang-terbesar-devisa-indonesia\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/kelapa-sawit-jadi-penyumbang-terbesar-devisa-indonesia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/01-10.jpg\",\"datePublished\":\"2018-02-06T04:09:05+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-06T06:29:11+00:00\",\"description\":\"Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor minyak sawit meningkat 4,75 miliar dari tahun sebelumnya, atau 22,97 milliar pada tahun 2018\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/kelapa-sawit-jadi-penyumbang-terbesar-devisa-indonesia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/kelapa-sawit-jadi-penyumbang-terbesar-devisa-indonesia\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/kelapa-sawit-jadi-penyumbang-terbesar-devisa-indonesia\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/01-10.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/01-10.jpg\",\"width\":735,\"height\":400,\"caption\":\"Kelapa Sawit Jadi Penyumbang Terbesar Devisa Indonesia\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/kelapa-sawit-jadi-penyumbang-terbesar-devisa-indonesia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kelapa Sawit Jadi Penyumbang Terbesar Devisa Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"name\":\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\",\"description\":\"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\",\"name\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"width\":823,\"height\":563,\"caption\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/66aa699f86bec3b3790325e1f177e325\",\"name\":\"Writer01\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/68ede7b43fa96146d67f58981c42143b?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/68ede7b43fa96146d67f58981c42143b?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Writer01\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\"],\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/oryctes\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kelapa Sawit Jadi Penyumbang Terbesar Devisa Indonesia","description":"Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor minyak sawit meningkat 4,75 miliar dari tahun sebelumnya, atau 22,97 milliar pada tahun 2018","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/kelapa-sawit-jadi-penyumbang-terbesar-devisa-indonesia\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kelapa Sawit Jadi Penyumbang Terbesar Devisa Indonesia","og_description":"Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor minyak sawit meningkat 4,75 miliar dari tahun sebelumnya, atau 22,97 milliar pada tahun 2018","og_url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/kelapa-sawit-jadi-penyumbang-terbesar-devisa-indonesia\/","og_site_name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","article_published_time":"2018-02-06T04:09:05+00:00","article_modified_time":"2023-12-06T06:29:11+00:00","og_image":[{"width":735,"height":400,"url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/01-10.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Writer01","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Writer01","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/kelapa-sawit-jadi-penyumbang-terbesar-devisa-indonesia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/kelapa-sawit-jadi-penyumbang-terbesar-devisa-indonesia\/"},"author":{"name":"Writer01","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/66aa699f86bec3b3790325e1f177e325"},"headline":"Kelapa Sawit Jadi Penyumbang Terbesar Devisa Indonesia","datePublished":"2018-02-06T04:09:05+00:00","dateModified":"2023-12-06T06:29:11+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/kelapa-sawit-jadi-penyumbang-terbesar-devisa-indonesia\/"},"wordCount":677,"publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/kelapa-sawit-jadi-penyumbang-terbesar-devisa-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/01-10.jpg","keywords":["Berita Kelapa Sawit","Devisa","Devisa Terbesar Indonesia","Kelapa Sawit"],"articleSection":["Berita"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/kelapa-sawit-jadi-penyumbang-terbesar-devisa-indonesia\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/kelapa-sawit-jadi-penyumbang-terbesar-devisa-indonesia\/","name":"Kelapa Sawit Jadi Penyumbang Terbesar Devisa Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/kelapa-sawit-jadi-penyumbang-terbesar-devisa-indonesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/kelapa-sawit-jadi-penyumbang-terbesar-devisa-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/01-10.jpg","datePublished":"2018-02-06T04:09:05+00:00","dateModified":"2023-12-06T06:29:11+00:00","description":"Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor minyak sawit meningkat 4,75 miliar dari tahun sebelumnya, atau 22,97 milliar pada tahun 2018","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/kelapa-sawit-jadi-penyumbang-terbesar-devisa-indonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/kelapa-sawit-jadi-penyumbang-terbesar-devisa-indonesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/kelapa-sawit-jadi-penyumbang-terbesar-devisa-indonesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/01-10.jpg","contentUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/01-10.jpg","width":735,"height":400,"caption":"Kelapa Sawit Jadi Penyumbang Terbesar Devisa Indonesia"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/kelapa-sawit-jadi-penyumbang-terbesar-devisa-indonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kelapa Sawit Jadi Penyumbang Terbesar Devisa Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","description":"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit","publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization","name":"PT. Propadu Konair Tarahubun","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","contentUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","width":823,"height":563,"caption":"PT. Propadu Konair Tarahubun"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/66aa699f86bec3b3790325e1f177e325","name":"Writer01","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/68ede7b43fa96146d67f58981c42143b?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/68ede7b43fa96146d67f58981c42143b?s=96&d=mm&r=g","caption":"Writer01"},"sameAs":["https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/"],"url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/oryctes\/"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/01-10.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/140"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=140"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/140\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6182,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/140\/revisions\/6182"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3106"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=140"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=140"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=140"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}