{"id":13466,"date":"2026-08-10T13:01:30","date_gmt":"2026-08-10T06:01:30","guid":{"rendered":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?p=13466"},"modified":"2026-09-05T10:05:23","modified_gmt":"2026-09-05T03:05:23","slug":"dampak-perubahan-iklim-produksi-sawit-harga-cpo-q4-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/dampak-perubahan-iklim-produksi-sawit-harga-cpo-q4-2026\/","title":{"rendered":"Dampak Perubahan Iklim terhadap Produksi Sawit: Proyeksi Harga CPO di Kuartal IV 2026"},"content":{"rendered":"<p class=\"isSelectedEnd\">Perubahan iklim semakin menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam industri kelapa sawit Indonesia. Perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu, periode kering yang lebih panjang, serta fenomena iklim seperti El Ni\u00f1o dapat memengaruhi kondisi tanaman dan pada akhirnya berdampak terhadap produksi tandan buah segar (TBS).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Pada 2026, isu tersebut menjadi semakin relevan karena Indonesia menghadapi kondisi El Ni\u00f1o yang sangat kuat. Analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada awal September 2026 menunjukkan indeks ENSO tiga bulanan JJA berada pada angka 2,2, yang masuk kategori sangat kuat. Sejumlah wilayah Indonesia juga berada dalam kondisi rawan kekeringan meteorologis.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan penting bagi industri sawit: <strong>apakah tekanan iklim terhadap produksi dapat mendorong harga crude palm oil (CPO) lebih tinggi pada kuartal IV 2026?<\/strong><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Jawabannya tidak sesederhana hubungan antara produksi turun dan harga naik. Pasar CPO juga dipengaruhi oleh kebijakan biodiesel, stok global, harga minyak nabati pesaing, harga minyak mentah, permintaan ekspor, nilai tukar, serta kondisi geopolitik.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Namun, kombinasi sejumlah faktor tersebut saat ini membuat <strong>risiko kenaikan harga CPO pada kuartal IV 2026 tetap terbuka<\/strong>.<\/p>\n<h2>Perubahan Iklim dan Tantangan Baru bagi Perkebunan Sawit<\/h2>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Kelapa sawit merupakan tanaman tropis yang membutuhkan ketersediaan air relatif stabil untuk mendukung pertumbuhan vegetatif dan pembentukan tandan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Ketika terjadi periode kering yang panjang, tanaman dapat mengalami tekanan air. Dampaknya tidak selalu terlihat dalam bentuk penurunan produksi secara langsung pada bulan yang sama.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Salah satu karakteristik penting tanaman kelapa sawit adalah adanya <strong>jeda waktu antara terjadinya tekanan lingkungan dan dampaknya terhadap produksi<\/strong>.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Dengan kata lain, kondisi kering pada satu periode dapat memengaruhi perkembangan bunga dan buah yang kemudian baru tercermin pada produksi beberapa bulan setelahnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Hal tersebut membuat dampak perubahan iklim terhadap produksi sawit perlu dianalisis menggunakan perspektif jangka menengah, bukan hanya berdasarkan kondisi cuaca harian.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">BMKG memperkirakan El Ni\u00f1o 2026 dapat bertahan setidaknya sampai awal kuartal pertama 2027, sementara puncak kemarau 2026 diperkirakan terjadi pada Juli\u2013September.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Bagi perkebunan, kondisi tersebut berarti periode akhir 2026 perlu mendapat perhatian khusus, terutama dalam pengelolaan air, pemeliharaan tanaman, pemupukan, pemantauan produktivitas, dan kesiapan menghadapi dampak lanjutan pada 2027.<\/p>\n<h2>El Ni\u00f1o 2026 Menjadi Faktor Penting<\/h2>\n<p class=\"isSelectedEnd\">El Ni\u00f1o merupakan fenomena iklim alami yang mengubah pola sirkulasi atmosfer dan distribusi curah hujan di berbagai wilayah dunia.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Untuk Indonesia, El Ni\u00f1o umumnya meningkatkan risiko kondisi lebih kering pada sebagian besar wilayah, meskipun dampaknya berbeda antarwilayah.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Pada akhir Juli 2026, BMKG menyatakan bahwa El Ni\u00f1o diperkirakan bertahan hingga awal 2027 dan intensitasnya dapat melebihi kategori kuat. BMKG juga memperkirakan sebagian besar wilayah mengalami musim kemarau yang lebih kering dari kondisi normal.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Analisis BMKG pada akhir Agustus bahkan menunjukkan nilai Nino3.4 sebesar +2,74 secara dasarian dan rata-rata ENSO JJA sebesar +2,2. Beberapa wilayah di Indonesia juga telah masuk kategori waspada hingga siaga untuk kekeringan meteorologis.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Bagi industri sawit, persoalannya bukan hanya mengenai berkurangnya hujan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Kekeringan yang berlangsung cukup lama dapat memengaruhi:<\/p>\n<ul data-spread=\"false\">\n<li>ketersediaan air bagi tanaman;<\/li>\n<li>kondisi tanah dan kelembapan zona perakaran;<\/li>\n<li>perkembangan bunga;<\/li>\n<li>pembentukan dan pengisian buah;<\/li>\n<li>berat tandan;<\/li>\n<li>produktivitas TBS;<\/li>\n<li>efektivitas pemupukan;<\/li>\n<li>serta aktivitas panen dan transportasi.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Dampak Kekeringan terhadap Produksi Sawit Tidak Selalu Langsung<\/h2>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Salah satu hal yang sering menimbulkan kesalahan dalam membaca pasar sawit adalah anggapan bahwa ketika El Ni\u00f1o terjadi, produksi CPO langsung turun pada bulan yang sama.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Dalam kenyataannya, respons tanaman kelapa sawit terhadap tekanan iklim memiliki jeda.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Hal ini terlihat dari pengalaman industri sebelumnya. SD Guthrie, salah satu produsen sawit besar di kawasan, memperkirakan dampak El Ni\u00f1o terhadap produksi dapat muncul dengan jeda sekitar 12\u201316 bulan. Perusahaan tersebut memperkirakan dampak lebih besar terhadap produksi terjadi pada 2027\u20132028 dibandingkan 2026.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Implikasinya sangat penting.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\"><strong>Kuartal IV 2026 dapat menjadi periode ketika pasar mulai memperhitungkan risiko pasokan 2027, meskipun seluruh dampak produksi belum terlihat pada laporan produksi saat itu.<\/strong><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Inilah salah satu alasan mengapa harga komoditas terkadang bergerak lebih cepat daripada perubahan produksi aktual.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Pasar tidak hanya memperdagangkan kondisi hari ini, tetapi juga ekspektasi terhadap kondisi beberapa bulan ke depan.<\/p>\n<h2>Mengapa Harga CPO Berpotensi Menguat pada Q4 2026?<\/h2>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Ada beberapa faktor yang berpotensi memberikan dukungan terhadap harga CPO memasuki kuartal IV.<\/p>\n<h3>1. Risiko Produksi akibat El Ni\u00f1o<\/h3>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Jika kondisi kering berlangsung lebih lama atau meluas ke wilayah sentra produksi, pasar dapat mulai memperhitungkan penurunan produksi pada akhir 2026 dan terutama pada 2027.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">GAPKI sebelumnya memperingatkan bahwa El Ni\u00f1o ekstrem dapat menekan produksi CPO Indonesia pada 2027 sekitar 4\u20135 juta ton. Namun, angka tersebut merupakan skenario risiko industri, bukan kepastian produksi yang akan terjadi. GAPKI juga menekankan bahwa dampak harga sulit diprediksi karena CPO bersaing dengan minyak nabati lainnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Dengan demikian, risiko produksi dapat menjadi salah satu faktor bullish, tetapi bukan satu-satunya penentu harga.<\/p>\n<h3>2. Implementasi B50<\/h3>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Faktor kedua yang sangat penting adalah kebijakan biodiesel.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Indonesia mulai menerapkan mandatori B50 pada 1 Juli 2026. Program tersebut meningkatkan kebutuhan CPO untuk biodiesel dan berpotensi mengurangi volume CPO yang tersedia untuk pasar ekspor.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Industri memperkirakan konsumsi CPO untuk biodiesel berada pada kisaran 16,3\u201317 juta ton per tahun. GAPKI juga menyatakan bahwa produksi sekitar 53 juta ton pada 2026 masih diharapkan mampu memenuhi kebutuhan tambahan tersebut, tetapi peningkatan produksi akan semakin penting untuk menjaga keseimbangan antara pasar domestik dan ekspor.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Dari sisi harga, mekanismenya relatif sederhana:<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\"><strong>Produksi terbatas + konsumsi domestik meningkat = ruang ekspor semakin sempit.<\/strong><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Jika permintaan global tetap kuat, keterbatasan pasokan ekspor dapat memberikan dukungan terhadap harga.<\/p>\n<h3>3. Stok Menjadi Variabel Penting<\/h3>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Harga komoditas tidak hanya ditentukan oleh produksi tahunan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Pasar juga melihat berapa banyak stok yang tersedia.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Stok yang tinggi dapat menjadi bantalan ketika produksi terganggu. Sebaliknya, stok yang rendah membuat pasar lebih sensitif terhadap gangguan produksi.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Data Malaysia menunjukkan stok minyak sawit pada Juli 2026 meningkat menjadi sekitar 2,62 juta ton. MPOC menilai peningkatan stok tersebut belum menjadi persoalan besar karena permintaan biodiesel dan ekspor Indonesia turut membantu menjaga keseimbangan pasar.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Karena itu, salah satu indikator yang perlu diperhatikan memasuki Q4 2026 adalah <strong>apakah peningkatan produksi musiman mampu membangun stok secara berkelanjutan atau justru kembali terserap oleh permintaan.<\/strong><\/p>\n<h2>Harga CPO Saat Ini Menunjukkan Pasar Sudah Mengantisipasi Risiko<\/h2>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Pergerakan harga pada pertengahan hingga akhir 2026 menunjukkan bahwa pasar sudah memberikan perhatian besar terhadap risiko pasokan dan permintaan biodiesel.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Pada 14 Agustus 2026, kontrak CPO benchmark Oktober di Bursa Malaysia ditutup pada RM4.711 per ton.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">MPOC kemudian memperkirakan harga CPO tetap berada di atas RM4.600 per ton selama September karena kombinasi pasokan yang semakin ketat dan faktor geopolitik.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Pada 4 September, sentimen pasar masih relatif kuat. Salah satu pandangan pasar yang dikutip WSJ menempatkan area dukungan sekitar RM4.900 dan resistance sekitar RM5.050 per ton.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Angka-angka tersebut tidak berarti harga pasti bergerak menuju level tertentu pada kuartal IV.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Namun, kondisi tersebut menunjukkan bahwa <strong>pasar CPO memasuki Q4 2026 dari level harga yang sudah relatif tinggi.<\/strong><\/p>\n<h2>Proyeksi Harga CPO Kuartal IV 2026<\/h2>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Dengan mempertimbangkan kondisi iklim, B50, stok, permintaan minyak nabati dan perkembangan pasar energi, proyeksi sebaiknya dibuat menggunakan beberapa skenario.<\/p>\n<h3>Skenario Dasar: CPO Tetap Tinggi<\/h3>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Dalam skenario dasar, El Ni\u00f1o tetap kuat tetapi dampaknya terhadap produksi 2026 masih terbatas karena adanya jeda respons tanaman.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Pada saat yang sama, B50 meningkatkan penyerapan domestik dan harga minyak nabati lainnya tetap mendukung.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Dalam kondisi tersebut, harga CPO berpotensi bergerak dalam kisaran <strong>RM4.600\u2013RM5.100 per ton<\/strong> di Bursa Malaysia selama sebagian besar Q4 2026.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Kisaran ini merupakan <strong>skenario analitis<\/strong>, bukan target harga resmi.<\/p>\n<h3>Skenario Bullish: Pasokan Semakin Ketat<\/h3>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Skenario bullish terjadi apabila:<\/p>\n<ul data-spread=\"false\">\n<li>kondisi kering semakin luas;<\/li>\n<li>produksi mulai menunjukkan penurunan;<\/li>\n<li>stok regional menurun;<\/li>\n<li>permintaan biodiesel tetap kuat;<\/li>\n<li>harga minyak kedelai menguat;<\/li>\n<li>harga minyak mentah tetap tinggi;<\/li>\n<li>serta gangguan geopolitik mengurangi pasokan atau meningkatkan biaya energi.<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Dalam kondisi tersebut, harga CPO dapat menguji area <strong>RM5.000\u2013RM5.300 per ton<\/strong>.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Sebagai pembanding, SD Guthrie memperkirakan harga CPO berada pada kisaran RM4.600\u2013RM5.000 selama sisa 2026 dan berpotensi mencapai RM5.200 pada kuartal I 2027.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Artinya, area di atas RM5.000 bukan skenario yang tidak mungkin, tetapi membutuhkan dukungan fundamental yang cukup kuat.<\/p>\n<h3>Skenario Bearish: Produksi dan Stok Pulih<\/h3>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Sebaliknya, harga dapat menghadapi tekanan jika:<\/p>\n<ul data-spread=\"false\">\n<li>curah hujan kembali membaik;<\/li>\n<li>produksi meningkat lebih cepat;<\/li>\n<li>stok Malaysia dan Indonesia bertambah;<\/li>\n<li>ekspor melemah;<\/li>\n<li>minyak kedelai turun;<\/li>\n<li>harga minyak mentah terkoreksi;<\/li>\n<li>atau permintaan biodiesel tidak tumbuh sesuai ekspektasi.<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Dalam kondisi tersebut, CPO dapat kembali menguji area <strong>RM4.300\u2013RM4.600 per ton<\/strong>.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Dengan demikian, risiko harga tidak bergerak satu arah tetap perlu diperhitungkan.<\/p>\n<h2>Tabel Proyeksi Skenario CPO Q4 2026<\/h2>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<th>Skenario<\/th>\n<th>Kondisi Utama<\/th>\n<th>Kisaran Indikatif<\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Bearish<\/td>\n<td>Produksi pulih, stok meningkat, permintaan melemah<\/td>\n<td>RM4.300\u20134.600\/ton<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Base Case<\/td>\n<td>B50 menopang permintaan, pasokan relatif ketat<\/td>\n<td>RM4.600\u20135.100\/ton<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Bullish<\/td>\n<td>El Ni\u00f1o menekan pasokan + stok turun + permintaan kuat<\/td>\n<td>RM5.000\u20135.300\/ton<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p class=\"isSelectedEnd\"><strong>Catatan:<\/strong> kisaran di atas merupakan analisis skenario, bukan prediksi harga pasti dan bukan rekomendasi investasi.<\/p>\n<h2>Mengapa Indonesia Memiliki Pengaruh Besar terhadap Harga CPO?<\/h2>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Indonesia merupakan salah satu pusat utama produksi dan ekspor minyak sawit dunia. Karena itu, perubahan pada neraca pasokan Indonesia dapat memengaruhi pasar global.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Namun, pengaruh Indonesia terhadap harga juga mengalami perubahan karena meningkatnya konsumsi domestik.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">B50 menjadi salah satu faktor yang membuat sebagian CPO Indonesia dialihkan untuk kebutuhan energi dalam negeri.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Jika konsumsi domestik meningkat sementara produksi menghadapi tekanan iklim, maka volume yang tersedia untuk ekspor dapat semakin terbatas.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Kondisi tersebut dapat menciptakan situasi unik:<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\"><strong>Produksi turun \u2192 kebutuhan biodiesel tetap tinggi \u2192 ekspor berkurang \u2192 pasokan global mengetat \u2192 harga mendapat dukungan.<\/strong><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Namun, hubungan tersebut tetap bergantung pada kondisi negara produsen lain, terutama Malaysia, serta harga minyak kedelai, minyak rapeseed, minyak bunga matahari, dan komoditas substitusi lainnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">GAPKI sendiri menekankan bahwa kenaikan harga CPO tidak dapat dihitung hanya berdasarkan dampak El Ni\u00f1o dan B50 karena minyak nabati lain juga memengaruhi harga pasar.<\/p>\n<h2>Perubahan Iklim Mengubah Cara Industri Melihat Produktivitas<\/h2>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Dampak perubahan iklim tidak seharusnya hanya dilihat dari potensi kenaikan harga CPO.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Bagi perusahaan perkebunan, masalah yang lebih mendasar adalah <strong>produktivitas tanaman<\/strong>.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Harga CPO yang tinggi memang dapat meningkatkan nilai setiap ton produksi. Tetapi apabila produktivitas turun terlalu jauh, keuntungan dari kenaikan harga belum tentu mampu mengimbangi kehilangan volume.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Contohnya:<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\"><strong>Harga naik 10% tidak otomatis menguntungkan apabila produksi turun 15%.<\/strong><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Karena itu, strategi perkebunan perlu menggabungkan dua perspektif:<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\"><strong>Price Management + Production Resilience<\/strong><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Pengelola kebun perlu memonitor harga dan pasar, tetapi pada saat yang sama harus memperkuat kemampuan tanaman menghadapi tekanan lingkungan.<\/p>\n<h2>Teknologi Pertanian Menjadi Semakin Penting<\/h2>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Menghadapi perubahan iklim membutuhkan pendekatan yang lebih presisi.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Data curah hujan, kelembapan tanah, kondisi tanaman, status nutrisi, produktivitas blok, serta riwayat gangguan dapat digunakan untuk membantu menentukan prioritas pengelolaan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Teknologi monitoring juga dapat membantu mengidentifikasi blok yang mengalami tekanan lebih tinggi sebelum dampaknya berkembang menjadi penurunan produktivitas yang signifikan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Dalam jangka panjang, pendekatan berbasis data dapat membantu perkebunan melakukan:<\/p>\n<ul data-spread=\"false\">\n<li>pemantauan kondisi tanaman;<\/li>\n<li>pemetaan risiko kekeringan;<\/li>\n<li>pengelolaan air;<\/li>\n<li>pengaturan nutrisi;<\/li>\n<li>evaluasi produktivitas blok;<\/li>\n<li>perencanaan panen;<\/li>\n<li>serta pengambilan keputusan investasi.<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Tujuannya bukan menghilangkan seluruh risiko iklim, tetapi <strong>mengurangi dampak ekonomi ketika kondisi iklim berubah.<\/strong><\/p>\n<h2>Apa yang Perlu Dipantau Menjelang Q4 2026?<\/h2>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Bagi pelaku industri sawit, terdapat beberapa indikator penting yang perlu diperhatikan memasuki kuartal IV.<\/p>\n<h3>1. Intensitas El Ni\u00f1o<\/h3>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Perubahan indeks ENSO dan proyeksi iklim global akan menjadi indikator awal mengenai potensi tekanan produksi.<\/p>\n<h3>2. Curah Hujan di Sentra Sawit<\/h3>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Data nasional perlu dilengkapi dengan kondisi spesifik di Sumatra dan Kalimantan karena dampak iklim tidak seragam di seluruh Indonesia.<\/p>\n<h3>3. Produksi TBS dan CPO<\/h3>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Perubahan produksi aktual akan menunjukkan apakah risiko iklim mulai masuk ke neraca pasokan.<\/p>\n<h3>4. Stok Minyak Sawit<\/h3>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Stok yang turun lebih cepat dari perkiraan dapat memperkuat sentimen bullish.<\/p>\n<h3>5. Penyerapan B50<\/h3>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Semakin besar penyerapan CPO untuk biodiesel, semakin kecil potensi volume yang tersedia untuk ekspor.<\/p>\n<h3>6. Harga Minyak Kedelai<\/h3>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Soybean oil merupakan salah satu komoditas pembanding penting bagi CPO.<\/p>\n<h3>7. Harga Minyak Mentah<\/h3>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Harga energi yang tinggi dapat meningkatkan daya saing biodiesel berbasis sawit sekaligus memengaruhi sentimen komoditas energi.<\/p>\n<h2>Apakah Harga CPO Pasti Naik pada Q4 2026?<\/h2>\n<p class=\"isSelectedEnd\"><strong>Tidak.<\/strong><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Ini merupakan poin terpenting dalam membaca proyeksi pasar.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Perubahan iklim dan El Ni\u00f1o memang meningkatkan risiko terhadap produksi sawit. B50 juga menciptakan tambahan permintaan domestik. Dua faktor tersebut dapat memberikan dukungan terhadap harga.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Tetapi harga CPO tetap merupakan hasil interaksi banyak variabel.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">World Bank dalam Commodity Markets Outlook April 2026 mencatat harga palm oil sekitar US$1.089\/ton pada 2025 dan US$1.096\/ton pada 2026 dalam tabel outlook tahunannya, sementara perkembangan sepanjang tahun menunjukkan adanya perubahan besar pada kondisi energi dan komoditas global.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Pada saat yang sama, World Bank memperkirakan harga komoditas pertanian global secara keseluruhan relatif stabil pada 2026, dengan risiko kenaikan antara lain berasal dari cuaca ekstrem dan biaya input.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Artinya, pasar CPO tidak bergerak dalam ruang hampa.<\/p>\n<h2>Outlook PKT: Produktivitas Harus Menjadi Prioritas<\/h2>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Bagi industri perkebunan, kondisi 2026 memberikan pelajaran penting bahwa perubahan iklim tidak hanya merupakan persoalan lingkungan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Iklim merupakan bagian dari <strong>risiko bisnis perkebunan<\/strong>.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Ketika curah hujan berubah, produktivitas dapat berubah. Ketika produktivitas berubah, volume CPO berubah. Ketika volume berubah, keseimbangan pasokan dan permintaan dapat ikut berubah. Dan pada akhirnya, perubahan tersebut dapat memengaruhi harga serta profitabilitas industri.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Karena itu, strategi menghadapi perubahan iklim sebaiknya tidak hanya menunggu kenaikan harga CPO sebagai kompensasi.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Yang lebih penting adalah mempertahankan <strong>produktivitas tanaman, kesehatan tanah, efisiensi penggunaan input, serta ketahanan kebun terhadap kondisi iklim yang semakin tidak menentu.<\/strong><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Pendekatan berbasis teknologi, monitoring, analisis kondisi kebun, pengelolaan nutrisi dan kesehatan tanaman dapat menjadi bagian dari strategi tersebut.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Perubahan iklim menjadi salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi arah industri kelapa sawit Indonesia pada akhir 2026.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Kondisi El Ni\u00f1o yang sangat kuat, periode kemarau yang relatif kering, dan potensi dampak lanjutan terhadap produksi meningkatkan perhatian pasar terhadap risiko pasokan. BMKG memperkirakan El Ni\u00f1o dapat bertahan hingga awal 2027, sementara sejumlah wilayah Indonesia telah menghadapi risiko kekeringan meteorologis.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Di sisi lain, implementasi B50 meningkatkan kebutuhan domestik terhadap CPO dan berpotensi mempersempit ruang ekspor.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Kombinasi tersebut membuat prospek harga CPO pada kuartal IV 2026 cenderung <strong>tetap kuat dengan bias bullish<\/strong>, terutama apabila tekanan produksi mulai terlihat dan stok global semakin ketat.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Dalam skenario dasar, harga CPO dapat bergerak pada kisaran <strong>RM4.600\u2013RM5.100 per ton<\/strong>, sedangkan skenario bullish membuka peluang pengujian area <strong>RM5.000\u2013RM5.300 per ton<\/strong>. Sebaliknya, pemulihan produksi dan peningkatan stok dapat membawa harga kembali ke kisaran yang lebih rendah.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Namun, angka tersebut harus dipahami sebagai <strong>skenario analitis, bukan kepastian harga<\/strong>.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\">Bagi pelaku industri sawit, pesan yang lebih penting adalah bahwa perubahan iklim kini semakin terhubung dengan ekonomi produksi. Kemampuan menjaga produktivitas tanaman di tengah kondisi cuaca yang berubah akan menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan daya saing perkebunan Indonesia.<\/p>\n<p><strong>Di tengah volatilitas pasar CPO, kebun dengan produktivitas yang lebih stabil akan memiliki posisi yang lebih kuat untuk menghadapi perubahan harga, iklim, dan biaya produksi.<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perubahan iklim semakin menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam industri kelapa sawit Indonesia. Perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu, periode kering yang lebih panjang, serta fenomena iklim seperti &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":13467,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[394,1365,1366,6,1367,510,783],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Dampak Perubahan Iklim terhadap Produksi Sawit dan Harga CPO Q4 2026<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dampak perubahan iklim terhadap produksi sawit dan prospek harga CPO Q4 2026 di tengah El Ni\u00f1o, B50, risiko pasokan, dan perubahan permintaan global.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/dampak-perubahan-iklim-produksi-sawit-harga-cpo-q4-2026\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dampak Perubahan Iklim terhadap Produksi Sawit dan Harga CPO Q4 2026\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dampak perubahan iklim terhadap produksi sawit dan prospek harga CPO Q4 2026 di tengah El Ni\u00f1o, B50, risiko pasokan, dan perubahan permintaan global.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/dampak-perubahan-iklim-produksi-sawit-harga-cpo-q4-2026\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-10T06:01:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-05T03:05:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2026\/09\/05100453\/kebun-sawit_Iwan-Van-Wilan-Haro_SawitFest-2021-WP.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"675\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Writer07\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Writer07\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"13 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/dampak-perubahan-iklim-produksi-sawit-harga-cpo-q4-2026\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/dampak-perubahan-iklim-produksi-sawit-harga-cpo-q4-2026\/\"},\"author\":{\"name\":\"Writer07\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/fd58d050148fd0d3d8f9eab56bb3bbb1\"},\"headline\":\"Dampak Perubahan Iklim terhadap Produksi Sawit: Proyeksi Harga CPO di Kuartal IV 2026\",\"datePublished\":\"2026-08-10T06:01:30+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-05T03:05:23+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/dampak-perubahan-iklim-produksi-sawit-harga-cpo-q4-2026\/\"},\"wordCount\":2315,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/dampak-perubahan-iklim-produksi-sawit-harga-cpo-q4-2026\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2026\/09\/05100453\/kebun-sawit_Iwan-Van-Wilan-Haro_SawitFest-2021-WP.jpg\",\"keywords\":[\"CPO\",\"harga CPO 2026\",\"industri sawit Indonesia\",\"Kelapa Sawit\",\"pasar CPO\",\"perubahan iklim\",\"produktivitas sawit\"],\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/dampak-perubahan-iklim-produksi-sawit-harga-cpo-q4-2026\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/dampak-perubahan-iklim-produksi-sawit-harga-cpo-q4-2026\/\",\"name\":\"Dampak Perubahan Iklim terhadap Produksi Sawit dan Harga CPO Q4 2026\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/dampak-perubahan-iklim-produksi-sawit-harga-cpo-q4-2026\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/dampak-perubahan-iklim-produksi-sawit-harga-cpo-q4-2026\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2026\/09\/05100453\/kebun-sawit_Iwan-Van-Wilan-Haro_SawitFest-2021-WP.jpg\",\"datePublished\":\"2026-08-10T06:01:30+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-05T03:05:23+00:00\",\"description\":\"Dampak perubahan iklim terhadap produksi sawit dan prospek harga CPO Q4 2026 di tengah El Ni\u00f1o, B50, risiko pasokan, dan perubahan permintaan global.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/dampak-perubahan-iklim-produksi-sawit-harga-cpo-q4-2026\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/dampak-perubahan-iklim-produksi-sawit-harga-cpo-q4-2026\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/dampak-perubahan-iklim-produksi-sawit-harga-cpo-q4-2026\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2026\/09\/05100453\/kebun-sawit_Iwan-Van-Wilan-Haro_SawitFest-2021-WP.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2026\/09\/05100453\/kebun-sawit_Iwan-Van-Wilan-Haro_SawitFest-2021-WP.jpg\",\"width\":1200,\"height\":675,\"caption\":\"iklim-sawit\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/dampak-perubahan-iklim-produksi-sawit-harga-cpo-q4-2026\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dampak Perubahan Iklim terhadap Produksi Sawit: Proyeksi Harga CPO di Kuartal IV 2026\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"name\":\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\",\"description\":\"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\",\"name\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"width\":823,\"height\":563,\"caption\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/fd58d050148fd0d3d8f9eab56bb3bbb1\",\"name\":\"Writer07\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4e72c5c1b8b7d7e620659ece3594ee08?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4e72c5c1b8b7d7e620659ece3594ee08?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Writer07\"},\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin7\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dampak Perubahan Iklim terhadap Produksi Sawit dan Harga CPO Q4 2026","description":"Dampak perubahan iklim terhadap produksi sawit dan prospek harga CPO Q4 2026 di tengah El Ni\u00f1o, B50, risiko pasokan, dan perubahan permintaan global.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/dampak-perubahan-iklim-produksi-sawit-harga-cpo-q4-2026\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Dampak Perubahan Iklim terhadap Produksi Sawit dan Harga CPO Q4 2026","og_description":"Dampak perubahan iklim terhadap produksi sawit dan prospek harga CPO Q4 2026 di tengah El Ni\u00f1o, B50, risiko pasokan, dan perubahan permintaan global.","og_url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/dampak-perubahan-iklim-produksi-sawit-harga-cpo-q4-2026\/","og_site_name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","article_published_time":"2026-08-10T06:01:30+00:00","article_modified_time":"2026-09-05T03:05:23+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":675,"url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2026\/09\/05100453\/kebun-sawit_Iwan-Van-Wilan-Haro_SawitFest-2021-WP.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Writer07","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Writer07","Est. reading time":"13 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/dampak-perubahan-iklim-produksi-sawit-harga-cpo-q4-2026\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/dampak-perubahan-iklim-produksi-sawit-harga-cpo-q4-2026\/"},"author":{"name":"Writer07","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/fd58d050148fd0d3d8f9eab56bb3bbb1"},"headline":"Dampak Perubahan Iklim terhadap Produksi Sawit: Proyeksi Harga CPO di Kuartal IV 2026","datePublished":"2026-08-10T06:01:30+00:00","dateModified":"2026-09-05T03:05:23+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/dampak-perubahan-iklim-produksi-sawit-harga-cpo-q4-2026\/"},"wordCount":2315,"publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/dampak-perubahan-iklim-produksi-sawit-harga-cpo-q4-2026\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2026\/09\/05100453\/kebun-sawit_Iwan-Van-Wilan-Haro_SawitFest-2021-WP.jpg","keywords":["CPO","harga CPO 2026","industri sawit Indonesia","Kelapa Sawit","pasar CPO","perubahan iklim","produktivitas sawit"],"articleSection":["Berita"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/dampak-perubahan-iklim-produksi-sawit-harga-cpo-q4-2026\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/dampak-perubahan-iklim-produksi-sawit-harga-cpo-q4-2026\/","name":"Dampak Perubahan Iklim terhadap Produksi Sawit dan Harga CPO Q4 2026","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/dampak-perubahan-iklim-produksi-sawit-harga-cpo-q4-2026\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/dampak-perubahan-iklim-produksi-sawit-harga-cpo-q4-2026\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2026\/09\/05100453\/kebun-sawit_Iwan-Van-Wilan-Haro_SawitFest-2021-WP.jpg","datePublished":"2026-08-10T06:01:30+00:00","dateModified":"2026-09-05T03:05:23+00:00","description":"Dampak perubahan iklim terhadap produksi sawit dan prospek harga CPO Q4 2026 di tengah El Ni\u00f1o, B50, risiko pasokan, dan perubahan permintaan global.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/dampak-perubahan-iklim-produksi-sawit-harga-cpo-q4-2026\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/dampak-perubahan-iklim-produksi-sawit-harga-cpo-q4-2026\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/dampak-perubahan-iklim-produksi-sawit-harga-cpo-q4-2026\/#primaryimage","url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2026\/09\/05100453\/kebun-sawit_Iwan-Van-Wilan-Haro_SawitFest-2021-WP.jpg","contentUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2026\/09\/05100453\/kebun-sawit_Iwan-Van-Wilan-Haro_SawitFest-2021-WP.jpg","width":1200,"height":675,"caption":"iklim-sawit"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/dampak-perubahan-iklim-produksi-sawit-harga-cpo-q4-2026\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dampak Perubahan Iklim terhadap Produksi Sawit: Proyeksi Harga CPO di Kuartal IV 2026"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","description":"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit","publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization","name":"PT. Propadu Konair Tarahubun","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","contentUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","width":823,"height":563,"caption":"PT. Propadu Konair Tarahubun"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/fd58d050148fd0d3d8f9eab56bb3bbb1","name":"Writer07","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4e72c5c1b8b7d7e620659ece3594ee08?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4e72c5c1b8b7d7e620659ece3594ee08?s=96&d=mm&r=g","caption":"Writer07"},"url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin7\/"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2026\/09\/05100453\/kebun-sawit_Iwan-Van-Wilan-Haro_SawitFest-2021-WP.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13466"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13466"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13466\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13468,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13466\/revisions\/13468"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13467"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13466"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13466"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13466"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}