{"id":13321,"date":"2026-03-09T14:48:09","date_gmt":"2026-03-09T07:48:09","guid":{"rendered":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?p=13321"},"modified":"2026-03-11T11:33:57","modified_gmt":"2026-03-11T04:33:57","slug":"tanah-asam-dan-risiko-ganoderma-pada-tanaman-sawit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/tanah-asam-dan-risiko-ganoderma-pada-tanaman-sawit\/","title":{"rendered":"Tanah Asam dan Risiko Ganoderma pada Tanaman Sawit"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai salah satu aspek penting yang menunjang pertumbuhan tanaman, petani wajib mengetahui tingkat keasaman tanah. Apakah tergolong area perkebunan tergolong memiliki <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tanah asam<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, basa, atau netral.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada prinsipnya, tanah merupakan pondasi utama yang menentukan sehat atau tidaknya pertumbuhan tanaman. Informasi terkait tingkat keasaman tanah akan membantu mempermudah upaya pencegahan terhadap berbagai penyakit yang menyerang tanaman.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa Itu Tanah Asam?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejalan dengan namanya, tanah yang bersifat asam mempunyai tingkat keasaman (pH) rendah di bawah 6. Kondisi tanah yang asam menunjukkan kandungan ion hidrogen di dalam tanah jauh lebih tinggi daripada tanah netral.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat beberapa <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ciri-ciri tanah asam <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang umum dijumpai di area perkebunan. Meliputi warna tanah yang kemerahan atau kekuningan hingga kemunculan lumut dan jenis gulma tertentu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanah bersifat asam jika daerahnya memiliki karakteristik <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">berupa curah hujan tinggi. Selain faktor iklim, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">penyebab tanah asam <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">juga bisa terjadi karena penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dalam jangka panjang.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>3 Jenis pH Tanah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agar semakin paham dengan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tanah bersifat asam<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, baca pula informasi terkait beberapa jenis pH tanah lainnya. Secara umum, terdapat 3 pembagian jenis pH tanah. Mulai dari netral, asam, serta basa.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>1. pH Netral<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain mengenal istilah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tanah bersifat asam atau basa<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, petani pasti pernah mendengar istilah tanah dengan pH netral. Berbeda dengan jenis tanah lainnya, pH tanah netral berada pada kisaran 6,5 hingga 7,8.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rentang tersebut menunjukkan tingkat keasaman dan kebasaan yang seimbang atau tidak berlebihan. Dalam kondisi ini, unsur hara makro dan mikro akan lebih mudah diserap oleh akar tanaman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesimbangan pH netral membuat struktur tanah cenderung lebih stabil dan subur. Mikroba bermanfaat, seperti bakteri pengikat nitrogen dan jamur dekomposer mampu berkembang secara aktif dan membantu menyediakan nutrisi alami bagi tanaman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak mengherankan jika banyak petani yang penasaran dengan <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-menetralkan-ph-tanah-asam-pada-perkebunan-kelapa-sawit\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">cara menetralkan tanah asam<\/span><\/a> <span style=\"font-weight: 400;\">agar pertumbuhan tanaman berjalan lebih optimal. Pasalnya, sebagian besar tanaman budidaya tumbuh dengan baik pada pH mendekati netral.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>2. pH Asam<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">pH tanah asam <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">umumnya berada di bawah 6. Kondisi ini sering kali muncul pada lahan gambut atau wilayah dengan curah hujan tinggi. Penyebab utama meningkatnya keasaman tanah bisa terjadi karena tingginya kandungan ion hidrogen, aluminium, dan belerang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanah dengan kondisi yang terlalu asam membutuhkan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">cara menetralkan pH<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman. Penyerapan beberapa unsur hara penting cenderung sulit terjadi jika kondisi tanah terlalu asam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanaman yang tumbuh di tanah dengan keasaman tinggi sering menunjukkan gejala daun menguning, pertumbuhan kerdil, dan hasil panen yang rendah. Oleh sebab itu, petani biasanya melakukan beberapa upaya untuk mengatasinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara atasi tanah asam <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dapat dilakukan dengan melakukan pengapuran menggunakan dolomit atau kapur pertanian. Bahan satu ini akan bekerja menetralisir ion hidrogen berlebih, sehingga pH tanah perlahan naik menuju kisaran ideal.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. pH Basa<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tanah yang asam biasanya terdapat di daerah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dengan curah hujan tinggi, maka tanah basa umum dijumpai di wilayah pesisir. Karakteristik tanah di wilayah tersebut memiliki kandungan mineral, kalsium, dan magnesium melimpah, sehingga bersifat basa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tingkat kebasahan yang terlalu tinggi juga berpotensi menimbulkan masalah besar. Beberapa unsur mikro seperti besi, mangan, dan seng menjadi kurang tersedia bagi tanaman pada pH basa. Tanaman akan mengalami klorosis atau kondisi daun tampak menguning.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengetahui <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">perbedaan tanah asam dan basa<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, petani akan lebih paham dengan karakteristiknya. Untuk menurunkan pH tanaman mendekati netral, petani bisa memberi gypsum atau bahan pembenah tanah lain yang membantu memperbaiki struktur tanah. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>pH Tanah yang Baik untuk Sawit<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelapa sawit tergolong sebagai tanaman perkebunan yang membutuhkan kondisi tanah tertentu agar tumbuh optimal dan menghasilkan produksi maksimal. Secara umum, pH tanah yang baik untuk sawit berada pada kisaran 4,0-6,5, dengan kondisi ideal di sekitar 5,0\u20135,5.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rentang tersebut masih memiliki ketersediaan unsur hara yang cukup, sehingga akar tanaman sawit mampu berkembang dengan baik. Meski tanaman sawit termasuk toleran terhadap tanah yang agak asam, pH terlalu rendah dapat meningkatkan kelarutan aluminium dan besi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika hal tersebut terjadi, pertumbuhan akar tanaman sawit akan mengalami keterlambatan. Penting bagi petani mengetahui <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/jenis-jenis-tanah-yang-cocok-untuk-kelapa-sawit-dan-faktor-pembatasnya\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">jenis tanah untuk sawit<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dan upaya pengelolaannya agar pertumbuhan tanaman berjalan optimal.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Apakah Tanah yang Bersifat Asam Lebih Rentan terhadap <\/b><b><i>Ganoderma<\/i><\/b><b>?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi tanah yang asam sering kali berkaitan dengan tingginya serangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ganoderma<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Terutama pada tanaman kelapa sawit yang tumbuh di area perkebunan. Jamur patogen penyebab <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ganoderma<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> berkembang melalui sistem perakaran dan sisa kayu di dalam tanah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada kondisi tanah terlalu asam, pertumbuhan akar bisa terhambat dan keseimbangan mikroorganisme tanah terganggu. Alasan inilah yang membuat kondisi tanaman sawit lebih rentan terkena serangan penyakit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keseimbangan mikroorganisme tanah yang asam juga relatif tidak stabil. Populasi mikroba menguntungkan yang seharusnya membantu melindungi akar tanaman ikut berkurang. Situasi inilah yang membuat sawit menjadi lemah dan rentan terhadap infeksi penyakit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanah yang asam dapat mempengaruhi kemampuan tanaman dalam menyerap zat hara dari dalam tanah. Untuk memperbaikinya, pilih <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pupuk yang cocok untuk tanah asam<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Agar tidak kekurangan zat hara, gunakan pupuk MOAF\u00ae dari PKT.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Upaya lain yang juga bisa dilakukan yakni menggunakan produk <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/product\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">pengendali <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ganoderma<\/span><\/i><\/a> <span style=\"font-weight: 400;\">dari PKT. Bahaya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ganoderma<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sangat mengancam pertumbuhan tanaman sawit di perkebunan. Perlu upaya pengendalian yang benar-benar efektif.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Masih Ada Pertanyaan?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanah asam <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">membutuhkan upaya pengelolaan yang baik agar tidak menimbulkan hambatan besar. Jika membutuhkan panduan lebih lengkap terkait cara meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">hubungi <a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send?phone=6282120006888&amp;text=Silahkan%20tuliskan%20pertanyaan%20anda&amp;source=&amp;data=\">0821-2000-6888<\/a><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> atau kunjungi <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/pkt-group.com<\/span><\/a><\/p>\n<h2><b>FAQ<\/b><\/h2>\n<h3><b>Tanah yang Asam Itu Seperti Apa?<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi tanah yang bersifat asam mempunyai pH di bawah 6. Tanah ini berpotensi menghambat pertumbuhan tanaman. Mulai dari kondisi daun tanaman yang menguning hingga perkembangan akar yang tidak berkembang maksimal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keasaman tanah sering terjadi di daerah dengan curah hujan tinggi atau pada lahan gambut. Petani perlu melakukan upaya pengelolaan yang baik agar kondisi tanah tidak menghambat penyerapan beberapa unsur hara penting.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Bagaimana Cara Mengembalikan Tanah yang Terlalu Asam?<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa cara umum untuk menaikkan pH tanah. Salah satu yang populer adalah memberi kapur pertanian atau dolomit. Bahan satu ini mampu menetralkan ion hidrogen berlebih sekaligus menambah unsur kalsium dan magnesium.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Tanah yang Asam Cocok untuk Tanaman Apa?<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa tanaman justru tumbuh baik pada tanah yang cenderung asam. Contohnya adalah nanas, teh, ubi kayu, dan kelapa sawit yang masih toleran pada pH rendah tertentu. Setiap tanaman mempunyai kisaran pH ideal masing-masing.\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai salah satu aspek penting yang menunjang pertumbuhan tanaman, petani wajib mengetahui tingkat keasaman tanah. Apakah tergolong area perkebunan tergolong memiliki tanah asam, basa, atau netral.\u00a0 Pada prinsipnya, tanah merupakan &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":13322,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tanah Asam dan Risiko Ganoderma pada Tanaman Sawit<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tanah asam Sebagai salah satu aspek penting yang menunjang pertumbuhan tanaman, petani wajib mengetahui tingkat keasaman tanah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/tanah-asam-dan-risiko-ganoderma-pada-tanaman-sawit\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tanah Asam dan Risiko Ganoderma pada Tanaman Sawit\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tanah asam Sebagai salah satu aspek penting yang menunjang pertumbuhan tanaman, petani wajib mengetahui tingkat keasaman tanah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/tanah-asam-dan-risiko-ganoderma-pada-tanaman-sawit\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-03-09T07:48:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-03-11T04:33:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2026\/03\/09143040\/1.-Tanah-Asam.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"934\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Writer06\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Writer06\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/tanah-asam-dan-risiko-ganoderma-pada-tanaman-sawit\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/tanah-asam-dan-risiko-ganoderma-pada-tanaman-sawit\/\"},\"author\":{\"name\":\"Writer06\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/cd14415fba3e684c40ce8d522da59a60\"},\"headline\":\"Tanah Asam dan Risiko Ganoderma pada Tanaman Sawit\",\"datePublished\":\"2026-03-09T07:48:09+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-11T04:33:57+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/tanah-asam-dan-risiko-ganoderma-pada-tanaman-sawit\/\"},\"wordCount\":983,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/tanah-asam-dan-risiko-ganoderma-pada-tanaman-sawit\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2026\/03\/09143040\/1.-Tanah-Asam.jpg\",\"articleSection\":[\"Kelapa Sawit\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/tanah-asam-dan-risiko-ganoderma-pada-tanaman-sawit\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/tanah-asam-dan-risiko-ganoderma-pada-tanaman-sawit\/\",\"name\":\"Tanah Asam dan Risiko Ganoderma pada Tanaman Sawit\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/tanah-asam-dan-risiko-ganoderma-pada-tanaman-sawit\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/tanah-asam-dan-risiko-ganoderma-pada-tanaman-sawit\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2026\/03\/09143040\/1.-Tanah-Asam.jpg\",\"datePublished\":\"2026-03-09T07:48:09+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-11T04:33:57+00:00\",\"description\":\"Tanah asam Sebagai salah satu aspek penting yang menunjang pertumbuhan tanaman, petani wajib mengetahui tingkat keasaman tanah.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/tanah-asam-dan-risiko-ganoderma-pada-tanaman-sawit\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/tanah-asam-dan-risiko-ganoderma-pada-tanaman-sawit\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/tanah-asam-dan-risiko-ganoderma-pada-tanaman-sawit\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2026\/03\/09143040\/1.-Tanah-Asam.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2026\/03\/09143040\/1.-Tanah-Asam.jpg\",\"width\":1400,\"height\":934,\"caption\":\"tanah-asam\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/tanah-asam-dan-risiko-ganoderma-pada-tanaman-sawit\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tanah Asam dan Risiko Ganoderma pada Tanaman Sawit\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"name\":\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\",\"description\":\"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\",\"name\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"width\":823,\"height\":563,\"caption\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/cd14415fba3e684c40ce8d522da59a60\",\"name\":\"Writer06\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fc4cc493391f7e9908026677601e66d7?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fc4cc493391f7e9908026677601e66d7?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Writer06\"},\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin6\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tanah Asam dan Risiko Ganoderma pada Tanaman Sawit","description":"Tanah asam Sebagai salah satu aspek penting yang menunjang pertumbuhan tanaman, petani wajib mengetahui tingkat keasaman tanah.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/tanah-asam-dan-risiko-ganoderma-pada-tanaman-sawit\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tanah Asam dan Risiko Ganoderma pada Tanaman Sawit","og_description":"Tanah asam Sebagai salah satu aspek penting yang menunjang pertumbuhan tanaman, petani wajib mengetahui tingkat keasaman tanah.","og_url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/tanah-asam-dan-risiko-ganoderma-pada-tanaman-sawit\/","og_site_name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","article_published_time":"2026-03-09T07:48:09+00:00","article_modified_time":"2026-03-11T04:33:57+00:00","og_image":[{"width":1400,"height":934,"url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2026\/03\/09143040\/1.-Tanah-Asam.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Writer06","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Writer06","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/tanah-asam-dan-risiko-ganoderma-pada-tanaman-sawit\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/tanah-asam-dan-risiko-ganoderma-pada-tanaman-sawit\/"},"author":{"name":"Writer06","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/cd14415fba3e684c40ce8d522da59a60"},"headline":"Tanah Asam dan Risiko Ganoderma pada Tanaman Sawit","datePublished":"2026-03-09T07:48:09+00:00","dateModified":"2026-03-11T04:33:57+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/tanah-asam-dan-risiko-ganoderma-pada-tanaman-sawit\/"},"wordCount":983,"publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/tanah-asam-dan-risiko-ganoderma-pada-tanaman-sawit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2026\/03\/09143040\/1.-Tanah-Asam.jpg","articleSection":["Kelapa Sawit"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/tanah-asam-dan-risiko-ganoderma-pada-tanaman-sawit\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/tanah-asam-dan-risiko-ganoderma-pada-tanaman-sawit\/","name":"Tanah Asam dan Risiko Ganoderma pada Tanaman Sawit","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/tanah-asam-dan-risiko-ganoderma-pada-tanaman-sawit\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/tanah-asam-dan-risiko-ganoderma-pada-tanaman-sawit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2026\/03\/09143040\/1.-Tanah-Asam.jpg","datePublished":"2026-03-09T07:48:09+00:00","dateModified":"2026-03-11T04:33:57+00:00","description":"Tanah asam Sebagai salah satu aspek penting yang menunjang pertumbuhan tanaman, petani wajib mengetahui tingkat keasaman tanah.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/tanah-asam-dan-risiko-ganoderma-pada-tanaman-sawit\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/tanah-asam-dan-risiko-ganoderma-pada-tanaman-sawit\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/tanah-asam-dan-risiko-ganoderma-pada-tanaman-sawit\/#primaryimage","url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2026\/03\/09143040\/1.-Tanah-Asam.jpg","contentUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2026\/03\/09143040\/1.-Tanah-Asam.jpg","width":1400,"height":934,"caption":"tanah-asam"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/tanah-asam-dan-risiko-ganoderma-pada-tanaman-sawit\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tanah Asam dan Risiko Ganoderma pada Tanaman Sawit"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","description":"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit","publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization","name":"PT. Propadu Konair Tarahubun","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","contentUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","width":823,"height":563,"caption":"PT. Propadu Konair Tarahubun"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/cd14415fba3e684c40ce8d522da59a60","name":"Writer06","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fc4cc493391f7e9908026677601e66d7?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fc4cc493391f7e9908026677601e66d7?s=96&d=mm&r=g","caption":"Writer06"},"url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin6\/"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2026\/03\/09143040\/1.-Tanah-Asam.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13321"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13321"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13321\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13328,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13321\/revisions\/13328"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13322"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13321"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13321"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13321"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}