{"id":12831,"date":"2025-11-03T11:55:40","date_gmt":"2025-11-03T04:55:40","guid":{"rendered":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?p=12831"},"modified":"2025-11-03T11:55:40","modified_gmt":"2025-11-03T04:55:40","slug":"ph-tanah-kelapa-sawit-pengaruh-cara-cek-dan-tips-menjaganya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ph-tanah-kelapa-sawit-pengaruh-cara-cek-dan-tips-menjaganya\/","title":{"rendered":"pH Tanah Kelapa Sawit: Pengaruh, Cara Cek, dan Tips Menjaganya"},"content":{"rendered":"<p><strong>Sawit Notif &#8211; <\/strong>Keberhasilan <a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-budidaya-kelapa-sawit-hingga-panen-melimpah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">budidaya kelapa sawit<\/a> tidak hanya ditentukan oleh bibit unggul dan perawatan rutin, tetapi juga oleh <a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-memilih-pupuk-kelapa-sawit-berdasarkan-jenis-dan-kondisi-tanah-agar-panen-lebih-optimal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kondisi tanah<\/a> tempat tanaman tumbuh. Salah satu faktor terpenting dalam produktivitas tanaman sawit adalah <a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-menetralkan-ph-tanah-asam-pada-perkebunan-kelapa-sawit\/\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">pH tanah<\/a>, yang berpengaruh langsung terhadap penyerapan unsur hara dan kesehatan akar. Tanah dengan pH ideal akan membuat tanaman tumbuh optimal dan menghasilkan tandan buah segar (TBS) dalam jumlah maksimal.<\/p>\n<h2><strong>Apa Itu pH Tanah Kelapa Sawit?<\/strong><\/h2>\n<p>pH tanah merupakan ukuran tingkat keasaman atau kebasaan tanah yang dinyatakan dalam skala 0\u201314. Nilai pH netral adalah 7, di bawah angka tersebut menunjukkan kondisi asam, sedangkan di atasnya menandakan tanah bersifat basa.<\/p>\n<p>Untuk tanaman kelapa sawit, pH tanah ideal berada di kisaran 4,0\u20136,0, tergantung jenis tanah dan lokasi perkebunan. Dalam rentang tersebut, unsur hara seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), magnesium (Mg), dan kalsium (Ca) dapat terserap optimal oleh akar sawit.<\/p>\n<h2><strong>Pentingnya Menjaga pH Tanah bagi Sawit<\/strong><\/h2>\n<p>pH tanah yang tidak seimbang dapat menurunkan kualitas dan hasil panen. Jika tanah terlalu asam (pH &lt; 4), akar tanaman sawit kesulitan menyerap unsur hara penting, sementara logam beracun seperti aluminium (Al) dan besi (Fe) akan mudah larut dan meracuni akar. Sebaliknya, tanah terlalu basa (pH &gt; 7) membuat unsur hara menjadi tidak tersedia bagi tanaman.<\/p>\n<p>Dampaknya adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Pertumbuhan daun terhambat dan tampak menguning.<\/li>\n<li>Produksi tandan buah segar (TBS) menurun drastis.<\/li>\n<li>Umur produktif tanaman menjadi lebih pendek.<\/li>\n<li>Kesehatan tanah menurun akibat ketidakseimbangan mikroorganisme.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><strong>Cara Mengecek pH Tanah Kelapa Sawit<\/strong><\/h2>\n<p>Petani sawit sebaiknya melakukan pengecekan pH tanah secara berkala agar dapat menyesuaikan dosis pemupukan dan perawatan lahan. Berikut beberapa metode umum yang bisa dilakukan:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Menggunakan pH meter digital<\/strong><br \/>\nAlat ini mudah digunakan dan memberikan hasil cepat serta akurat. Tinggal tancapkan elektroda ke dalam tanah yang lembab, lalu baca hasilnya di layar.<\/li>\n<li><strong>Menggunakan kertas lakmus<\/strong><br \/>\nAmbil sampel tanah, campurkan dengan air, lalu celupkan kertas lakmus. Warna yang muncul akan menunjukkan tingkat keasaman tanah.<\/li>\n<li><strong>Uji laboratorium tanah<\/strong><br \/>\nUntuk hasil lebih detail, petani dapat mengirimkan sampel tanah ke laboratorium pertanian. Dari hasil analisis, petani bisa tahu bukan hanya pH, tapi juga kandungan unsur hara dan organik tanah.<\/li>\n<\/ol>\n<h2><strong>Cara Menyeimbangkan pH Tanah Kelapa Sawit<\/strong><\/h2>\n<p>Jika hasil pengukuran menunjukkan tanah terlalu asam atau basa, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:<\/p>\n<ol>\n<li><strong> Pemberian Dolomit atau Kapur Pertanian<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Dolomit adalah bahan pengapuran yang umum digunakan untuk menetralkan <a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/tanah-masam-dan-pengaruhnya-terhadap-produksi-kelapa-sawit\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tanah asam.<\/a> budidaya kelapa sawit Kandungan kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) di dalamnya membantu meningkatkan pH sekaligus memperbaiki struktur tanah.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong> Pemberian Bahan Organik<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Pemakaian pupuk organik, kompos, atau tandan kosong sawit (tankos) dapat memperbaiki keseimbangan pH secara alami dan meningkatkan populasi mikroba baik di tanah.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong> Pengaturan Sistem Drainase<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Air yang tergenang terlalu lama bisa membuat tanah menjadi asam. Pastikan sistem drainase di kebun sawit bekerja dengan baik agar air hujan dapat mengalir keluar.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><strong> Pemupukan Tepat Jenis dan Dosis<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Gunakan pupuk sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi pH tanah. Pupuk berbasis amonium (seperti urea) dapat menurunkan pH tanah, sedangkan pupuk dolomit membantu menaikkannya.<\/p>\n<h2><strong>Kesimpulan<\/strong><\/h2>\n<p>pH tanah merupakan faktor penting yang menentukan produktivitas tanaman kelapa sawit. Nilai idealnya berada di kisaran <strong>4,0\u20136,0<\/strong>, di mana akar sawit dapat menyerap unsur hara secara maksimal. Melalui pengecekan rutin, pengapuran, serta penggunaan pupuk dan bahan organik yang tepat, petani dapat menjaga pH tanah tetap seimbang dan menghasilkan panen sawit yang berkualitas tinggi.<\/p>\n<h2><strong>FAQ <\/strong><\/h2>\n<ol>\n<li><strong> Berapa pH ideal untuk tanaman kelapa sawit?<\/strong><br \/>\npH tanah ideal untuk sawit berada di kisaran<strong> 4,0\u20136,0, <\/strong>tergantung jenis tanah dan kondisi lingkungan.<\/li>\n<li><strong> Bagaimana cara meningkatkan pH tanah sawit yang terlalu asam?<\/strong><br \/>\nGunakan kapur dolomit atau kalsit secara berkala sesuai dosis anjuran, serta tambahkan bahan organik seperti kompos atau pupuk kandang.<\/li>\n<li><strong> Apa dampak jika pH tanah sawit terlalu rendah?<\/strong><br \/>\nTanaman akan sulit menyerap unsur hara, pertumbuhannya terhambat, dan produksi TBS menurun karena akar terpapar racun logam seperti aluminium dan besi. (AD)(DK)(SD)<\/li>\n<\/ol>\n<h2><strong>Tabel Diagram pH Tanah Kelapa Sawit dan Pengaruhnya<\/strong><\/h2>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"150\"><strong>Rentang pH Tanah<\/strong><\/td>\n<td width=\"150\"><strong>Kondisi Tanah<\/strong><\/td>\n<td width=\"150\"><strong>Dampak terhadap Tanaman Sawit<\/strong><\/td>\n<td width=\"150\"><strong>Rekomendasi \/ Solusi<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"150\"><strong>&lt; 4,0<\/strong><\/td>\n<td width=\"150\">Sangat Asam<\/td>\n<td width=\"150\">&#8211; Akar sulit menyerap unsur hara.<br \/>\n&#8211; Logam berat seperti Al dan Fe mudah larut dan meracuni akar.<br \/>\n&#8211; Daun menguning, pertumbuhan lambat.<\/td>\n<td width=\"150\"><strong>&#8211; <\/strong>Lakukan<strong> pengapuran dolomit.<br \/>\n&#8211; <\/strong>Tambahkan<strong> bahan organik <\/strong>(kompos, pupuk kandang).<br \/>\n&#8211; Perbaiki<strong> drainase <\/strong>untuk mengurangi genangan air.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"150\"><strong>4,0 \u2013 6,0<\/strong><\/td>\n<td width=\"150\">Ideal untuk Sawit<\/td>\n<td width=\"150\">&#8211; Penyerapan hara optimal.<br \/>\n&#8211; Pertumbuhan akar kuat dan sehat.<br \/>\n&#8211; Produksi TBS maksimal.<\/td>\n<td width=\"150\"><strong>&#8211; <\/strong>Pertahankan pH dengan<strong> pemupukan seimbang.<br \/>\n&#8211; <\/strong>Gunakan<strong> pupuk organik <\/strong>secara berkala.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"150\"><strong>6,1 \u2013 7,0<\/strong><\/td>\n<td width=\"150\">Agak Basa<\/td>\n<td width=\"150\">&#8211; Beberapa unsur seperti Fe, Zn, dan Mn sulit diserap.<br \/>\n&#8211; Daun bisa menunjukkan gejala klorosis (menguning).<\/td>\n<td width=\"150\"><strong>&#8211; <\/strong>Gunakan<strong> pupuk bersifat asam <\/strong>seperti ammonium sulfat.<br \/>\n&#8211; Hindari pengapuran berlebihan.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"150\"><strong>&gt; 7,0<\/strong><\/td>\n<td width=\"150\">Basa Tinggi<\/td>\n<td width=\"150\">&#8211; Unsur hara mikro tidak tersedia.<br \/>\n&#8211; Tanah menjadi keras dan kering.<br \/>\n&#8211; Pertumbuhan sawit terganggu.<\/td>\n<td width=\"150\"><strong>&#8211; <\/strong>Tambahkan<strong> bahan organik asam (<\/strong>seperti kompos dari daun kering).<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sawit Notif &#8211; Keberhasilan budidaya kelapa sawit tidak hanya ditentukan oleh bibit unggul dan perawatan rutin, tetapi juga oleh kondisi tanah tempat tanaman tumbuh. Salah satu faktor terpenting dalam produktivitas &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":12832,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[1135,1157,1192],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>pH Tanah Kelapa Sawit: Pengaruh, Cara Cek, dan Tips Menjaganya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"pH tanah merupakan ukuran tingkat keasaman atau kebasaan tanah yang dinyatakan dalam skala 0\u201314. Nilai pH netral adalah 7.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ph-tanah-kelapa-sawit-pengaruh-cara-cek-dan-tips-menjaganya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"pH Tanah Kelapa Sawit: Pengaruh, Cara Cek, dan Tips Menjaganya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"pH tanah merupakan ukuran tingkat keasaman atau kebasaan tanah yang dinyatakan dalam skala 0\u201314. Nilai pH netral adalah 7.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ph-tanah-kelapa-sawit-pengaruh-cara-cek-dan-tips-menjaganya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-03T04:55:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2025\/11\/03113901\/25.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"735\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Writer05\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Writer05\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ph-tanah-kelapa-sawit-pengaruh-cara-cek-dan-tips-menjaganya\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ph-tanah-kelapa-sawit-pengaruh-cara-cek-dan-tips-menjaganya\/\"},\"author\":{\"name\":\"Writer05\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/85dd5df47ff4362dc287cc0007dd69d9\"},\"headline\":\"pH Tanah Kelapa Sawit: Pengaruh, Cara Cek, dan Tips Menjaganya\",\"datePublished\":\"2025-11-03T04:55:40+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-03T04:55:40+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ph-tanah-kelapa-sawit-pengaruh-cara-cek-dan-tips-menjaganya\/\"},\"wordCount\":770,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ph-tanah-kelapa-sawit-pengaruh-cara-cek-dan-tips-menjaganya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2025\/11\/03113901\/25.jpg\",\"keywords\":[\"jenis-jenis tanah\",\"PH Tanah\",\"tanah asam\"],\"articleSection\":[\"Kelapa Sawit\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ph-tanah-kelapa-sawit-pengaruh-cara-cek-dan-tips-menjaganya\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ph-tanah-kelapa-sawit-pengaruh-cara-cek-dan-tips-menjaganya\/\",\"name\":\"pH Tanah Kelapa Sawit: Pengaruh, Cara Cek, dan Tips Menjaganya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ph-tanah-kelapa-sawit-pengaruh-cara-cek-dan-tips-menjaganya\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ph-tanah-kelapa-sawit-pengaruh-cara-cek-dan-tips-menjaganya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2025\/11\/03113901\/25.jpg\",\"datePublished\":\"2025-11-03T04:55:40+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-03T04:55:40+00:00\",\"description\":\"pH tanah merupakan ukuran tingkat keasaman atau kebasaan tanah yang dinyatakan dalam skala 0\u201314. Nilai pH netral adalah 7.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ph-tanah-kelapa-sawit-pengaruh-cara-cek-dan-tips-menjaganya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ph-tanah-kelapa-sawit-pengaruh-cara-cek-dan-tips-menjaganya\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ph-tanah-kelapa-sawit-pengaruh-cara-cek-dan-tips-menjaganya\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2025\/11\/03113901\/25.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2025\/11\/03113901\/25.jpg\",\"width\":735,\"height\":400,\"caption\":\"pH-tanah\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ph-tanah-kelapa-sawit-pengaruh-cara-cek-dan-tips-menjaganya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"pH Tanah Kelapa Sawit: Pengaruh, Cara Cek, dan Tips Menjaganya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"name\":\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\",\"description\":\"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\",\"name\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"width\":823,\"height\":563,\"caption\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/85dd5df47ff4362dc287cc0007dd69d9\",\"name\":\"Writer05\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fb0f83741228214b80028e2555cb261b?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fb0f83741228214b80028e2555cb261b?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Writer05\"},\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin5\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"pH Tanah Kelapa Sawit: Pengaruh, Cara Cek, dan Tips Menjaganya","description":"pH tanah merupakan ukuran tingkat keasaman atau kebasaan tanah yang dinyatakan dalam skala 0\u201314. Nilai pH netral adalah 7.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ph-tanah-kelapa-sawit-pengaruh-cara-cek-dan-tips-menjaganya\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"pH Tanah Kelapa Sawit: Pengaruh, Cara Cek, dan Tips Menjaganya","og_description":"pH tanah merupakan ukuran tingkat keasaman atau kebasaan tanah yang dinyatakan dalam skala 0\u201314. Nilai pH netral adalah 7.","og_url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ph-tanah-kelapa-sawit-pengaruh-cara-cek-dan-tips-menjaganya\/","og_site_name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","article_published_time":"2025-11-03T04:55:40+00:00","og_image":[{"width":735,"height":400,"url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2025\/11\/03113901\/25.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Writer05","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Writer05","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ph-tanah-kelapa-sawit-pengaruh-cara-cek-dan-tips-menjaganya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ph-tanah-kelapa-sawit-pengaruh-cara-cek-dan-tips-menjaganya\/"},"author":{"name":"Writer05","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/85dd5df47ff4362dc287cc0007dd69d9"},"headline":"pH Tanah Kelapa Sawit: Pengaruh, Cara Cek, dan Tips Menjaganya","datePublished":"2025-11-03T04:55:40+00:00","dateModified":"2025-11-03T04:55:40+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ph-tanah-kelapa-sawit-pengaruh-cara-cek-dan-tips-menjaganya\/"},"wordCount":770,"publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ph-tanah-kelapa-sawit-pengaruh-cara-cek-dan-tips-menjaganya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2025\/11\/03113901\/25.jpg","keywords":["jenis-jenis tanah","PH Tanah","tanah asam"],"articleSection":["Kelapa Sawit"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ph-tanah-kelapa-sawit-pengaruh-cara-cek-dan-tips-menjaganya\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ph-tanah-kelapa-sawit-pengaruh-cara-cek-dan-tips-menjaganya\/","name":"pH Tanah Kelapa Sawit: Pengaruh, Cara Cek, dan Tips Menjaganya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ph-tanah-kelapa-sawit-pengaruh-cara-cek-dan-tips-menjaganya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ph-tanah-kelapa-sawit-pengaruh-cara-cek-dan-tips-menjaganya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2025\/11\/03113901\/25.jpg","datePublished":"2025-11-03T04:55:40+00:00","dateModified":"2025-11-03T04:55:40+00:00","description":"pH tanah merupakan ukuran tingkat keasaman atau kebasaan tanah yang dinyatakan dalam skala 0\u201314. Nilai pH netral adalah 7.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ph-tanah-kelapa-sawit-pengaruh-cara-cek-dan-tips-menjaganya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ph-tanah-kelapa-sawit-pengaruh-cara-cek-dan-tips-menjaganya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ph-tanah-kelapa-sawit-pengaruh-cara-cek-dan-tips-menjaganya\/#primaryimage","url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2025\/11\/03113901\/25.jpg","contentUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2025\/11\/03113901\/25.jpg","width":735,"height":400,"caption":"pH-tanah"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ph-tanah-kelapa-sawit-pengaruh-cara-cek-dan-tips-menjaganya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"pH Tanah Kelapa Sawit: Pengaruh, Cara Cek, dan Tips Menjaganya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","description":"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit","publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization","name":"PT. Propadu Konair Tarahubun","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","contentUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","width":823,"height":563,"caption":"PT. Propadu Konair Tarahubun"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/85dd5df47ff4362dc287cc0007dd69d9","name":"Writer05","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fb0f83741228214b80028e2555cb261b?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fb0f83741228214b80028e2555cb261b?s=96&d=mm&r=g","caption":"Writer05"},"url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin5\/"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2025\/11\/03113901\/25.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12831"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12831"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12831\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12833,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12831\/revisions\/12833"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12832"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12831"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12831"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12831"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}